Monday, October 3

Mahasiswa di Palembang Jadi Korban Salah Tembak Polisi

Tindakan kejar-kejaran polisi dengan aktor narkoba rupanya mengonsumsi korban. Salah satunya masyarakat di Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), jadi korban salah tembak oleh aparatur kepolisian.

Febrian Julian Saputra (23), mahasiswa di Palembang Sumsel jadi korban penembakan peluru nyasar di pundak tangan kanannya.

Dari info yang didapat, awalannya anggota polisi sedang memburu mobil aktor penyebaran narkoba di Jalan Ahmad Yani Seberang Ulu (SU) II Palembang, pada Selasa (10/11/2020) malam.

Diperhitungkan salah satunya pelaku kepolisian tembakkan peluru menuju mobil aktor. Tetapi, shooting itu tidak menyengaja mengarah ke korban.

Putra Aditya, saksi mata di Tempat Peristiwa Kasus (TKP) menjelaskan, pada Selasa malam seputar jam 20.00 WIB, ia menyaksikan mobil macam Mobilio kejar-kejaran dengan mobil macam Pajero.

“Saya sedang berjualan, menyaksikan mobil kejar-kejaran. Mereka serempetan sampai bemper mobil satunya remuk. Selanjutnya kedengar suara shooting 6x,” ucapnya, Rabu (11/11/2020).

Aan, saksi mata yang lain akui, awalannya dianya tidak mengenali dengan cara tepat peristiwa penembakan itu.

Tetapi ia menyaksikan ada dua kendaraan roda empat sama-sama kejar-kejaran di jalanan yang ada rutinitas jalan raya.

“Kemudian dengar shooting. Ucapnya polisi ingin tangkap aktor pengedar narkoba,” ucapnya.

Bukan hanya digemparkan dengan tindakan kejar-kejaran serta suara shooting, beberapa masyarakat di TKP terkejut sebab salah seseorang jatuh sebab ketembak peluru nyasar.

Febrian yang terdaftar selaku masyarakat Komplek OPI Kelurahan 15 Ulu Jakabaring Palembang ini, dibawa langsung masyarakat seputar ke Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Palembang.

Dengar ada korban peluru nyasar, petugas piket Pawas SPKT, ident serta piket peranan Satreskrim Polrestabes Palembang, langsung bertandang ke TKP, untuk memeriksa kebenaran kejadian itu.

Bahkan juga anggota piket memeriksa korban ke RS Muhammadiyah Palembang Sumsel. Korban sendiri sedang mendapatkan perawatan cedera tembak di pundak kanannya. Waktu dikerjakan olah TKP, anggota piket mendapati selongsong peluru di posisi peristiwa.

Kapolrestabes Palembang Kombes Anom Setyadji benarkan, ada sangkaan korban salah tembak. Tetapi mereka akan mempelajari penangkapan masalah narkoba itu.

“Adakah keterkaitan atau ia ini korban masih dipelajari. Keadaan korban telah konstan serta telah memperoleh perawatan klinis,” ucapnya.

Berkaitan masalah salah tembak itu, diperhitungkan berawal dari senjata api (senpi) punya pelaku anggota Dit Narkoba Polda Sumsel.

“Penggrebekan oleh anggota Narkoba Polda. Telah diatasi serta sekarang ini dicheck ,” bebernya.

Polisi yakinkan senjata type glock 17 yang sudah diubah mempunyai capaian sampai 600 mtr..

error: Content is protected !!