Thursday, May 19

Fadli Zon Usulkan Nama Sumbar Diganti Provinsi Minangkabau, Jabar Jadi Tatar Sunda

Anggota DPR RI Fadli Zon memberikan dukungan inspirasi beberapa figur yang inginkan perombakan nama Propinsi Jawa Barat jadi Propinsi Sunda atau Tatar Sunda. Tetapi, penggantian nama ini harus dikerjakan secara terbuka serta dikatakan ke warga luas.

Menurut Fadli, saran perombakan nama propinsi boleh-boleh saja. Apa lagi, dia menyaksikan Sunda sudah mempunyai riwayat peradaban semenjak jaman dulu. Dengan background itu, politisi Partai Gerindra itu memandang cukup berargumen bila saran nama Propinsi Jawa Barat jadi Sunda dicetuskan.

“Jika ini adalah inspirasi warga di Jawa Barat yang inginkan perombakan nama Propinsi Jawa Barat jadi Propinsi Sunda menurut saya benar-benar logis. Sebab tanah Sunda ini atau negeri Pasundan ini adalah yang mempunyai riwayat yang cukup tua dari bermacam warisan artefak arkeologis,” kata Fadli habis dialog berkaitan perombakan nama Propinsi Jawa barat yang diinisiasi panitia/ahli konferensi Sunda di Aula Perpustakaan Ajip Rosidi, Kota Bandung, Selasa (10/11/2020).

Ia menjelaskan, pergantian nama Propinsi Sunda bisa menjadi identitas yang menunjukkan kebinekaan. Karena, sejauh ini banyak wilayah yang memakai nama suku atau kebudayaan sebagai nama propinsi.

“Jadi saya anggap jika ada inspirasi memakai nama Pasundan atau Sunda selaku propinsi itu malah perkuat kebinekaan kita. Sebab ada beberapa propinsi yang memakai nama suku atau etnis,” tutur Fadli.

Awalnya, Wakil Ketua Dewan Pembimbing Partai Gerindra itu menyarankan supaya nama Propinsi Sumatera Barat (Sumbar) ditukar jadi Propinsi Minangkabau. Fadli mengatakan jika saran itu memberi respon pembicaraan di khalayak berkaitan kesan-kesan kebimbangan suport Sumbar pada Pancasila.

“Saya akan menyarankan perombakan nama Propinsi Sumatera Barat jadi Propinsi Minangkabau. Jadi mengapa tidak Jawa Barat jadi Propinsi Sunda sebab menurut saya benar-benar sebagian besar ialah warga etnis Sunda yang mempunyai kelebihan di masa lampau ,” katanya.

Saran penggantian nama propinsi Jawa barat jadi Sunda sekarang ini disikapi bermacam. Ada opini yang menampik sebab Jawa barat mempunyai bermacam identitas budaya seperti Cirebonan yang menetap di daerah pantai utara serta corak Betawi yang tinggal di daerah seperti pada Depok atau Bekasi.

Menurut Fadil, keadaan itu bukan permasalahan. Malah ia menggerakkan supaya dikerjakan dialog ke beberapa faksi yang menampik saran.

“Saya anggap itu yang penting dimusyawarahkan didialogkan. Dan Saya anggap warga di Betawi tidak ada permasalahan mengulas itu begitupun dengan Cirebon adanya percampuran budaya. Saya anggap itu sisi yang penting dimusyawarahkan tapi selaku satu saran saya anggap lumrah,” tutur Fadli.

Dijumpai, Ketua Perombakan nama Propinsi Jawa Barat jadi Propinsi Sunda Adji Esha Pangestu menjelaskan, kata Sunda sekarang ini cuman diketahui selaku sisi dari suku yang tinggal di daerah Barat. Walau sebenarnya, menurut garis riwayat, Sunda meliputi daerah geografis yang besar meliputi Pulau Jawa serta pulau-pulau yang lain.

“Tahun 1926 penjajah memberikan nama jadi West Java atau Jawa Barat. Semenjak waktu itu Sunda dinamakan itu untuk pengaturan perkebunan. Maksudnya, mengadu domba warga yang dahulu kompak, baik dari etnis Jawa, Cina serta India. Bersinergi kuat serta susah dikontrol oleh Belanda,” ucapnya di Aula Rancage Perpustakaan Ajip Rosidi, Kota Bandung, Senin (12/10/2020).

Saat itu, Ketua Steering Comitee Konferensi Sunda Andri P Kantaprawira menjelaskan, sedianya arti Sunda sendiri sudah terkikis serta cuman dipandang seperti barisan suku saja.

“Kita telah kehilangan banyak, Sunda Besar, Sunda Kecil. Kebudayaan kita telah terkikis, badak Sunda ditukar jadi badak Jawa. Pergantian nama Tatar Sunda, Sunda atau Pasundan ini keseluruhnya atau panggilan,” katanya.

Oleh karenanya, menurut Andri, penamaan Sunda akan bawa roh budaya serta watak Sunda. Inspirasi ini akan dikatakan ke Presiden Joko Widodo.

“Sebab kita saksikan esensinya, perombakan itu untuk perombakan watak, spirit kebudayan itu sebab ada budaya unggul, tradisi yang kembali lagi, Sunda Mulya, Sunda Unggul. Itu akan ke perombakan, sebab budaya ialah dasar perkembangan,” katanya.

Faksi UPI Bandung menentang bila mahasiswa serta sivitas akademis terjebak barisan Sunda Empire. Kepala Seksi External Jalinan Kelembagaan UPI Yana Setiawan menjelaskan, tidak ada barisan atau organisasi yang mengatasnamakan Sunda Empire memakai…

error: Content is protected !!