Thursday, July 29

Kemlu Bantu Pulangkan 155 ABK dan 2 Jenazah WNI yang Bekerja di Kapal China

Kemlu bekerjasama dengan kementerian/instansi di pusat. Pemprov sulawesi utara serta pemerintah kota bitung sukses saranai kembalinya 155 abk serta 2 mayat wni yang bekerja pada bermacam kapal ikan berbendera china lewat lajur laut ke bitung. Sulawesi utara indonesia.

Keseluruhnya abk itu berawal dari 12 kapal ikan china. Dijumpai punya dalian ocean fishing co. Perusahaan perikanan tiongkok yang berpusat di zhongshan. Dalian.

Mereka dipulangkan ke indonesia memakai kapal long xing 601 serta long xing 610. Begitu seperti diambil dari kemlu.go.id. Minggu (8/11/2020).

Proses debarkasi dikerjakan dengan mengaplikasikan prosedur kesehatan secara ketat. Keseluruhnya abk sudah lalui rapid tes di atas kapal dengan hasil non-reaktif.

Seterusnya mereka masih lalui test pcr serta karantina di dalam rumah berkunjung yang dipersiapkan pemprov sulut.

Sedang 2 mayat abk wni yang diperhitungkan wafat sebab sakit akan jalani proses otopsi saat sebelum diberikan ke keluarga.

Kesuksesan repatriasi ini adalah tindak lanjut dua tatap muka bilateral di antara menteri luar neger retno marsudi serta menteri luar neger wang yi pada juli serta agustus 2020.

Repatriasi memakai langsung kapal ikan ke indonesia adalah yang pertamanya kali dikerjakan.

Pulangkan abk yang ketahan di beberapa posisi di dunia ditengah-tengah wabah covid-19 jadi rintangan paling besar sebab banyak dermaga laut dunia larang pengurangan awak kapal.

Kerja sama ri – china ini tetap akan diteruskan untuk mengakhiri beberapa kasus ketenagakerjaan terhitung kerja sama penegakan hukum lewat proses kualitasal legal assistance.

Saranai repatriasi ini tidak terlepas suport penuh kementerian/instansi berkaitan baik di pusat atau pemprov sulut serta pemerintah kota bitung.

Proses pemulangan beberapa ratus abk indonesia yang bekerja di beberapa kapal punya dalian itu sudah diusahakan semenjak awalnya 2020.

Beberapa kapal ikan punya dalian. Terhitung long xing 629. Pernah tertahan bermacam masalah hukum. Dimulai dari sangkaan pemanfaatan karyawan serta praktek perbudakan kekinian sampai tindak pidana perdagangan orang (tppo). Yang korbannya ialah beberapa abk indonesia.

“kemlu serta perwakilan pertamanya kali memperoleh report (laporan. Red) atas masalah ini pada 3 januari 2020. Di saat itu kita memperoleh info ada tiga kematian serta status kapal berada di samudera pasifik dekat sama perairan samoa. Serta waktu kita terima info selekasnya kita gerakkan perwakilan di wellington. Suva. Serta beijing.” kata judha pada 2 november 2020. Diambil dari di antara.

Usaha itu juga dilakukan tindakan oleh tatap muka bilateral di antara menteri luar negeri ri retno marsudi serta menteri luar negeri china wang yi. Salah satunya tatap muka berjalan di kota sanya. Hainan. China pada 20 agustus 2020.

Serangkaian lobi serta tatap muka diplomatik yang sudah diawali semenjak awalnya tahun ini juga berbuntut pada terwujudnya persetujuan kerja sama pemberian perlindungan hukum bolak-balik (kualitasal legal assistance). Yang meliputi kesepakatan ekstradisi. Oleh pemerintahan indonesia serta china.

Dari sisi kesepakatan kerja sama hukum serta repatriasi/pemulangan. Indonesia menggerakkan kerja sama penegakan hukum di antara ke-2 negara.

“dalam ini bareskrim (tubuh reserse kriminil mabes polri. Red) sudah sampaikan keinginan untuk mendatangkan seseorang saksi. Masyarakat negara china supaya bisa didatangkan pada persidangan kapal long xing 629 untuk dakwaan tindak pidana perdagangan orang.” kata direktur pwni-bhi kemlu ri waktu sesion dialog berkenaan abk indonesia yang diadakan secara virtual minggu ini.

Trending di sosial media mengenai jasad wni abk di kapal china yang dibuang ke laut korea selatan. Ini membaut kemenlu ri panggil duta besar china untuk memberi keterangan.

 

error: Content is protected !!